Kontrol Kualitas Simplisia

Kontrol kualitas simplisia penting dilakukan untuk menjamin keajegan kualitas dan efikasi sediaan fitofarmasi, mengingat simplisia adalah bahan baku sediaan fitofarmasi. Simplisia tersebut nantinya dapat diekstraksi dengan pelarut tertentu untuk menghasilkan ekstrak, yang juga bahan baku sediaan fitofarmasi. Oleh karenanya, mengontrol kualitas simplisia harus dilakukan untuk menghasilkan sediaan fitofarmasi yang berkualitas dan memiliki efikasi yang dikehendaki.

WHO telah memberikan panduan untuk kontrol kualitas simplisia, yakni WHO Quality control methods for medicinal plant materials, yang bisa anda unduh di sini. Secara garis besar isinya telah saya sampaikan di kuliah, yang bisa anda unduh di tautan berikut: » Read more

Budidaya Tumbuhan Obat

Hal yang tak kalah pentingnya untuk menghasilkan simplisia tumbuhan yang berkualitas adalah budidaya tumbuhan obat. WHO telah memberikan panduan praktek budidaya dan pengumpulan tumbuhan yang baik, yakni Good Agricultural and Collection Practices (GACP) of medicinal plant. Anda dapat melihat uraian dan mengunduh panduan tersebut di sini.

Tetapi kalau anda ingin mengunduh kuliah saya tentang GACP, anda bisa mengunduhnya di tautan berikut: » Read more

Validasi Sediaan Fitofarmasi

Bagi anda mahasiswa farmasi tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah validasi. Validasi tidak hanya dibutuhkan untuk praktikum di laboratorium atau penelitian untuk skripsi saja, melainkan meluas sampai proses manufaktur obat di industri farmasi. Di dalam CPOB (juga CPOTB), disinggung masalah validasi ini. Validasi ini harus dilakukan sebagai jaminan kualitas dari produk (obat, obat tradisional, kosmetik, makmin) yang dihasilkan.Lalu bagaimanakah validasi di dalam manufaktur sediaan fitofarmasi? » Read more