Kontrol Kualitas Simplisia

Kontrol kualitas simplisia penting dilakukan untuk menjamin keajegan kualitas dan efikasi sediaan fitofarmasi, mengingat simplisia adalah bahan baku sediaan fitofarmasi. Simplisia tersebut nantinya dapat diekstraksi dengan pelarut tertentu untuk menghasilkan ekstrak, yang juga bahan baku sediaan fitofarmasi. Oleh karenanya, mengontrol kualitas simplisia harus dilakukan untuk menghasilkan sediaan fitofarmasi yang berkualitas dan memiliki efikasi yang dikehendaki.

WHO telah memberikan panduan untuk kontrol kualitas simplisia, yakni WHO Quality control methods for medicinal plant materials, yang bisa anda unduh di sini. Secara garis besar isinya telah saya sampaikan di kuliah, yang bisa anda unduh di tautan berikut: » Read more

Pembuatan Simplisia

Pada semester ini (2012-2013), saya diberi tugas oleh PJMK Fitofarmasi untuk menyampaikan kuliah tentang bahan baku sediaan fitofarmasi. Secara garis besar, materi tersebut dibagi menjadi simplisia dan ekstrak. Kuliah simplisia selanjutnya dibagi menjadi cara pembuatan simplisia dan kontrol kualitas simplisia.

Kuliah pembuatan simplisia ini materinya sebagian besar saya ambil dari buku “Cara Pembuatan Simplisia” terbitan Depkes tahun 1985. Selain itu, materi juga sebagian saya ambil dari buku Medicinal Plant Industry (Chapter 4 & 5) terbitan CRC Press tahun 1991 dan juga Trease & Evans Pharmacognosy 15th edition terbitan Saunders tahun 2002. » Read more

Validasi Sediaan Fitofarmasi

Bagi anda mahasiswa farmasi tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah validasi. Validasi tidak hanya dibutuhkan untuk praktikum di laboratorium atau penelitian untuk skripsi saja, melainkan meluas sampai proses manufaktur obat di industri farmasi. Di dalam CPOB (juga CPOTB), disinggung masalah validasi ini. Validasi ini harus dilakukan sebagai jaminan kualitas dari produk (obat, obat tradisional, kosmetik, makmin) yang dihasilkan.Lalu bagaimanakah validasi di dalam manufaktur sediaan fitofarmasi? » Read more