Pembuatan Ekstrak

Secara umum bahan baku sediaan fitofarmasi adalah ekstrak. Ekstrak dibuat dengan cara menyari (mengekstraksi) simplisia nabati dengan pelarut yang sesuai dengan cara tertentu, misalnya maserasi atau perkolasi. Jika tidak disebutkan khusus, ekstrak dibuat dalam bentuk padatan kering atau biasa disebut ekstrak kering.

Secara garis besar, ekstrak dibagi menjadi ekstrak kasar atau ekstrak total (total extract or traditional extract) dan ekstrak terpurifikasi (purified extract). Materi kuliah pembuatan ekstrak dapat unduh di tautan berikut: » Read more

Kontrol Kualitas Simplisia

Kontrol kualitas simplisia penting dilakukan untuk menjamin keajegan kualitas dan efikasi sediaan fitofarmasi, mengingat simplisia adalah bahan baku sediaan fitofarmasi. Simplisia tersebut nantinya dapat diekstraksi dengan pelarut tertentu untuk menghasilkan ekstrak, yang juga bahan baku sediaan fitofarmasi. Oleh karenanya, mengontrol kualitas simplisia harus dilakukan untuk menghasilkan sediaan fitofarmasi yang berkualitas dan memiliki efikasi yang dikehendaki.

WHO telah memberikan panduan untuk kontrol kualitas simplisia, yakni WHO Quality control methods for medicinal plant materials, yang bisa anda unduh di sini. Secara garis besar isinya telah saya sampaikan di kuliah, yang bisa anda unduh di tautan berikut: » Read more

Budidaya Tumbuhan Obat

Hal yang tak kalah pentingnya untuk menghasilkan simplisia tumbuhan yang berkualitas adalah budidaya tumbuhan obat. WHO telah memberikan panduan praktek budidaya dan pengumpulan tumbuhan yang baik, yakni Good Agricultural and Collection Practices (GACP) of medicinal plant. Anda dapat melihat uraian dan mengunduh panduan tersebut di sini.

Tetapi kalau anda ingin mengunduh kuliah saya tentang GACP, anda bisa mengunduhnya di tautan berikut: » Read more

Otentitikasi tumbuhan

Menurut WHO, tahap awal dalam menjamin kualitas, keamanan dan efikasi dari obat herbal adalah kebenaran dalam mengidentifikasi tumbuhan. Oleh karenanya, otentikasi (penentuan keaslian) tumbuhan obat menjadi mutlak untuk dilakukan. Untuk mendapatkan efek (farmakologi) yang diinginkan, kita harus menggunakan tumbuhan yang benar, cara pembuatan yang benar dan regimentasi dosis yang benar pula. Bagaimana mungkin tujuan terapi dapat tercapai jika kita menggunakan tumbuhan yang salah? » Read more

Pembuatan Simplisia

Pada semester ini (2012-2013), saya diberi tugas oleh PJMK Fitofarmasi untuk menyampaikan kuliah tentang bahan baku sediaan fitofarmasi. Secara garis besar, materi tersebut dibagi menjadi simplisia dan ekstrak. Kuliah simplisia selanjutnya dibagi menjadi cara pembuatan simplisia dan kontrol kualitas simplisia.

Kuliah pembuatan simplisia ini materinya sebagian besar saya ambil dari buku “Cara Pembuatan Simplisia” terbitan Depkes tahun 1985. Selain itu, materi juga sebagian saya ambil dari buku Medicinal Plant Industry (Chapter 4 & 5) terbitan CRC Press tahun 1991 dan juga Trease & Evans Pharmacognosy 15th edition terbitan Saunders tahun 2002. » Read more

1 2 3 4 5 6 7