Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesia

Menurut Risbang Dikti, salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara adalah banyaknya hasil riset tidak hanya bisa dimanfaatkan, tetapi juga yang dipublikasikan secara internasional. Sayangnya, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat internasional masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand. Lebih jauh, rendahnya jumlah publikasi ilmiah peneliti Indonesia ini berdampak rendahnya daya saing bangsa di dunia internasional, sehingga akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai sivitas akademika Universitas Jember (Unej), saya bertanya dalam hati : bagaimana profil publikasi ilmiah Unej jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia?

Risbang Dikti telah menerbitkan buku “Kekuatan 50 Institusi Ilmiah Indonesia-profil publikasi ilmiah terindeks Scopus” pada tahun 2016. Buku tersebut dapat diunduh pada situs resminya di sini atau di sini. Secara singkat, buku tersebut menyajikan profil 50 besar insitusi di Indonesia yang memiliki publikasi internasional terindeks Scopus, yang memberikan gambaran publikasi ilmiah berdasarkan: 1) Jumlah dan
Pertumbuhan Publikasi; 2) Produktivitas penulis; 3) Bidang ilmu; 4) Kolaborasi Penelitian
dan Tempat Publikasi.

Menurut Risbang Dikti, sampai dengan 1 Juni 2016 jumlah keseluruhan publikasi ilmiah terindeks Scopus Unej sebanyak 182 dokumen. Meski tercatat memiliki publikasi di Scopus sejak tahun 1983, jumlah publikasi Unej mengalami fluktuasi. Dari hasil telaah Risbang Dikti, diketahui jumlah publikasi tertinggi di tahun 2015 sebesar 36 dokumen. Dari jenis publikasi ilmiah, artikel jurnal ilmiah diketahui menyumbang 75,27% publikasi
Unej. Di sisi lain, publikasi dalam bentuk makalah prosiding seminar menyumbang sebesar 20,88% dari total publikasi. Selanjutnya, diketahui bahwa pada kurun waktu tersebut, tren riset Unej adalah bidang ilmu pertanian dan biologi, teknik, kimia, biokimia, genetik dan biologi molekuler, serta kedokteran.

Dari buku tersebut juga diketahui bahwa penulis (peneliti) Unej yang terindeks di Scopus berjumlah 119 orang. Profil 10 penulis terproduktif di Unej kemudian ditabulasi. Dari tabel tersebut, diketahui bahwa Bambang Kuswandi adalah penulis produktif di Unej. Alhamdulillah, nama saya juga tercantum dalam tabel tersebut. Bahkan sebagian besar nama yang tercantum di tabel tersebut adalah anggota grup riset Prof. Bambang Kuswandi, termasuk saya tentunya. He he he.