Farmasi di Festival Tegal Boto

Beberapa hari yang lalu, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan di stand Festival Tegal Boto UNEJ. Senang sekali saya pusing-pusing kata Orang Malaysia (berkeliling) di berbagai stand tersebut. Satu kesimpulan saya, ternyata mahasiswa UNEJ kreatif juga, mahasiswa UNEJ bisa, karyawan bisa, dosen bisa, dan kita semua bisa memajukan UNEJ kita ini. Sebagai civitas akademika Farmasi UNEJ, sayapun tak lupa mengunjungi stand Farmasi. Saya bangga, stand Farmasi tak kalah menarik dari stand Fakultas lain. Berikut ini akan saya uraikan satu-persatu, berbagai produk menarik yg bisa ditemui di stand Farmasi UNEJ. Yang cukup banyak mendapat perhatian adalah balsem aroma terapi dengan aroma buah-buahan segar. Produk seperti ini masih jarang ditemui di pasaran. Balsem diberi nama fruity balm adalah satu hasil kegiatan  kewirausahaan mahsiswa. Saya berharap produk ini bisa diregistrasikan dan dijual dalam skala yang lebih besar. Peluang bisnis masih ada.

Produk selanjutnya yang senada dgn balsem di atas adalah Frutta Care roll on. Berbeda dgn produk sejenis yg umumnya mengandalkan menthol & bahan lain yg berbau menyengat (aromatik), produk roll on ini beraroma buah yg tidak menyengat sehingga cocok untuk anak-anak ataupun orang dewasa yg menyukai aroma buah segar, bukan aroma minyak angin jaman kakek-nenek kita. Produk semacam ini harusnya juga segera diproduksi dalam skala yg lebih besar. Siapa tahu kelak Agnes Monica beraih ke produk ini. 😀

Produk selanjutnya adalah sensor asam urat. Sensor ini  bekerja laiknya sensor kehamilan. Cukup celupkan ujung sensor ke dalam darah, plasma atau urin. Produk ini adalah salah satu contoh produk (baca: topik skripsi) mahasiwa grup riset Prof. Bambang Kuswandi, yakni kemo & biosensor. Saya juga berkolaborasi dgn beliau untuk membuat produk yg lain, misalnya: sensor polifenol untuk kontrol kualitas teh hjiau & sensor logam berat untuk kontrol kualitas hebal.

Yang terakhir, senada dengan Pak Rektor yang aktifi memeriahkan Festival Tegal Boto di acara Ngonthel bareng Rektor kemarin, Bu Dekan Farmasi pun juga berpartisipasi dengan menitipkan karyanya berupa buku yang bertajuk Kromatografi Lapis Tipis terbitan Taman Kampus. Buku bertema Kromatografi berbahasa Indonesia (bukan terjemahan Indonesia) ini memang jarang ditemui. Dari sisi ini, Bu Dekan berhasil memberi contoh positif bagi Civitas akademika Farmasi UNEJ.