Antioksidan Kenitu Jember

Buah Kenitu Jember (http://berkalahayati.org/)

Beberapa tahun lalu, sekitar akhir tahun 2011 ketika saya masih CPNS, saya tertarik dengan buah kenitu. Di sepanjang perjalanan Surabaya-Jember dengan menggunakan KA kelas Ekonomi (maklum rek, dosen muda, single, belum mapan) saya sering melihat pedagang kecil yang menjajakan buah ini. Bentuknya bulat dengan kulit halus warna hijau yang kadang-kadang bagian tertentu berwarna pink.  Yang membuat saya tertarik, ialah saya tidak pernah menjumpai buah tsb seumur hidup saya (maklum, saya kan anak kota, asli Arek Suroboyo) dan yang kedua adalah harganya yang murah (he he he). Ternyata setelah mencarinya di literatur, buah kenitu ini memang kurang laku sejak jaman Belanda dahulu. Orang Jawa cenderung memanfaatkan kayunya saja. Sejak saat itu, timbul niat dalam hati saya untuk menggali potensi buah ini. Saya bercita-cita dapat mengangkat derajat buah ini secara ekonomis sekaligus menaikkan taraf hidup pemilik (petani) pohonnya, mengingat buah ini juga sering dijumpai di Lumajang, Jember dan Bondowoso. And, the story began…..

Di awal PS. Farmasi berdiri tahun 2003, kami hanya memiliki satu instrumen Spektrofotometer UV-Vis. Berdasar pengalaman saya sebagai mahasiswa Farmasi dulu & ketersediaan instrumen yg ada, akhirnya saya memutuskan meneliti aktivitas antioksidan buah kenitu atau Star Apple ini. Nama terakhir ini diambil dari literatur yg mengatakan jika kenitu diiris melintang maka akan nampak daging buahnya yg memiliki lekukan seperti bintang (segi banyak).

Alhamdulillah, penelitian saya didanai oleh DP2M via Penelitian Dosen Muda. Berbagai ekstrak telah saya uji, mulai ekstrak air, metanol hingga fraksi etil asetat. Selama 2 tahun 2005-2006 penelitian ini didanai DP2M dan DIPA UNEJ. Sebanyak dua artikel saya publikasikan di Jurnal Ilmu Dasar MIPA yg terkreditasi, satu artikel saya publikasikan di Berkala Penelitian Hayati (Perhimpunan Biologi) yang juga terakreditasi. Artikel tersebut bisa diunduh di sini. Saya senang sekali, artikel yg saya anggap artikel terbaik saya itu juga banyak dirujuk oleh peneliti lain yg interest dengan topik antioksidan atau antiradikal bebas DPPH. Saya juga masih menyimpan harapan terhadap buah ini. Mudah-mudahan setelah S3 nanti (atau saat S3?) saya akan meneliti (baca: menggali potensinya lebih dalam) buah ini lagi.