Antioksidan Buah Naga

Buah Naga (https://en.wikipedia.org/wiki/Hylocereus_undatus)

Buah naga atau Dragon fruit (Hylocereus undatus (Haw.) Britt. & Rose adalah buah yang termasuk ke dalam famili Cactaceae atau suku Kaktus. saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia, khususnya di daerah Rembangan, Jember. Buah yang berasal dari Meksiko ini berbeda dengan famili Cactaceae lainnya, yakni memiliki rasa yang manis dan segar. Kekhasan lain dari tanaman ini adalah pada tiap nodus batang terdapat duri. Bunga mekar pada malam hari dan layu pada pagi hari (night blooming).

Terdapat empat jenis buah naga yakni buah naga daging putih (Hylocereus undatus), buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus), buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis) dan buah naga kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).Buah naga daging putih ini, yang paling banyak dibudidayakan di Jember. Dengan kandungan vitamin C dan karoten yang dimilikinya yang bersifat antioksidan, maka perlu dilakukan penelitian untuk menguji aktivitas antioksidannya. Oleh karenanya, beberapa tahun yang lalu kami memutuskan untuk meneliti aktivitas antioksidan buah naga Jember. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di Jurnal Ilmu Dasar FMIPA UNEJ yang bisa diunduh di sini.  Pada saat publikasi, jurnal tersebut masih terdaftar sebagai jurnal terkreditasi Dikti.