Validasi Sediaan Fitofarmasi

Bagi anda mahasiswa farmasi tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah validasi. Validasi tidak hanya dibutuhkan untuk praktikum di laboratorium atau penelitian untuk skripsi saja, melainkan meluas sampai proses manufaktur obat di industri farmasi. Di dalam CPOB (juga CPOTB), disinggung masalah validasi ini. Validasi ini harus dilakukan sebagai jaminan kualitas dari produk (obat, obat tradisional, kosmetik, makmin) yang dihasilkan.Lalu bagaimanakah validasi di dalam manufaktur sediaan fitofarmasi? Secara umum, tidak ada perbedaan yang mendasar antara validasi sediaan farmasi dengan sediaan fitofarmasi. Bagi anda yang ingin mengunduh materi kuliah validasi sediaan fitofarmasi dapat diunduh di sini.Untuk sediaan fitofarmasi (obat herbal), mengontrol kualitas bahan baku adalah tindakan yang strategis sebagai bagian tindakan validasi. WHO (1998) memberi arahan bagaimana kita melakukan kontrol kualitas terhadap bahan baku sediaan fitofarmasi. Anda dapat melihat dokumennya di situs resmi WHO atau anda dapat mengunduh dokumen yang dimaksud di sini. Sedangkan untuk validasi prosedur analisis bahan baku obat herbal anda dapat melihat di situs resmi Depkes-nya Australia atau anda dapat mengunduh dokumen yang dimaksud di sini.

Seperti biasa komentar, kritik dan saran terhadap materi kuliah ini saya harapkan dan anda dapat posting di sini atau email saya. terima kasih sebelumnya.