Ketokonazol dan sindroma Cushing

Hari minggu kemarin (28/12/2008) saya ditanya oleh seorang laki-laki dewasa, obat minum apa yang cocok untuk sakit panu. Pasien tersebut tidak mau menggunakan obat antijamur topikal dengan alasan pakaian kerjanya yang membuatnya tidak nyaman jika menggunakan sediaan topikal. Setelah diskusi singkat, saya rekomendasikan ketokonazol (ketoconazole) sehari 2 x pada pasien tersebut dan dia setuju. Di apotek tempat saya berprofesi, ketokonazol (terutama produk paten) termasuk dalam kategori fast moving. Saya tergelitik untuk mencari informasi terbaru tentang obat ini. Seperti biasa, internet adalah tempat yang saya tuju setelah sebelumnya saya membaca lebih dulu brosur obat ini di kemasan boksnya.
Ketok
onazol adalah derivat imidazol yang umum digunakan untuk pengobatan infeksi jamur. Menurut sebuah studi yang dilakukan di Harvard Medical School, obat ini juga menghambat tahap kunci (key steps) sintesis mineralokortikoid dan glukokortikoid yang merupakan tahap pertama sintesis kortisol. Sebagai penghambat steroid adrenal, obat ini direkomendasikan untuk pengobatan sindroma Cushing.Sebuah studi yang dipublikasikan di Endocrinology Journal oleh para peneliti Chang Gung University-Taiwan, melaporkan penggunaan obat ini pada 3 orang pasien yang menderita penyakit Cushing residual atau yang kambuh setelah tindakan operasi. Ketokonazol diberikan secara oral dan dosis disesuaikan berdasarkan respon individu dari hasil lab. Dari tindakan follow-up selama 83 bulan, para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa terapi ketokonazol bermanfaat, terutama bila tindakan operasi dikontraindikasikan atau tidak berhasil.Selanjutnya sebuah laporan tentang sindroma Cushing dari University of Montreal-Kanada menyebutkan bahwa ketokonazol adalah satu dari berbagai obat yang menghambat sintesis steroid yang efektif untuk mengendalikan hiperkortisolisme secara cepat setelah tindakan penghilangan tumor kausatif yang gagal, atau untuk menunggu efek keseluruhan radioterapi atau terapi lain yang lebih definitif.

Sebuah publikasi di jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology melaporkan bahwa 8 pasien sindroma Cushing yang mendapat terapi ketokonazol selama 2 minggu, menunjukkan penurunan kadar kortisol bebas dan metabolitnya di dalam urin dalam jumlah besar. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa obat ini memiliki manfaat klinis untuk penyakit sindroma Cushing.
Nah, semoga informasi tersebut bermanfaat untuk kita semua. BTW, sejawat apoteker mungkin sudah bisa mereka-reka apakah sebenarnya sindroma Cushing itu?