Famotidin dan kemoterapi

Apakah rekan-rekan sejawat apoteker dan dokter pernah merekomendasikan atau menggunakan famotidin dalam pengobatan? Saya yakin sebagian besar kita pernah merekomendasikan atau menggunakannya. Ya, famotidin adalah pemblok H2 yang menghambat kerja histamin pada sel lambung dan mengurangi produksi asam lambung pada keadaan tukak lambung, refluks asam dan heartburn. Namun, tahukah anda bahwa famotidin juga memiliki manfaat untuk mencegah reaksi anafilaksis yang diinduksi oleh kemoterapi?Peneliti dari Cleveland Clinic Cancer Center di Ohio mengevaluasi manfaat difenhidramin IV, famotidin dan deksametason sebelum kemoterapi paklitaksel (paclitaxel) pada 200 pasien lebih dan menemukan bahwa hanya 9% pasien yang menunjukkan reaksi hipersensitifitas. Peneliti tersebut menyimpulkan bahwa regimen pre-treatment ini, yang diberikan 30 menit sebelum terapi paklitaksel efektif dan lebih sesuai daripada regimentasi standar.Peneliti lain membandingkan efek simetidin dan famotidin pada pengobatan paklitaksel. Dari studi tersebut diketahui bahwa aksi kedua obat tersebut untuk mencegah reaksi anafilaksis pada terapi paklitaksel tidak menunjukkan perbedaan.
Nah, semoga informasi tersebut bermanfaat untuk kita semua. Sekedar informasi, paklitaksel atau lazim disebut taxol, adalah obat anti kanker yang diisolasi dari tumbuhan bermarga Taxus seperti Taxus baccata dan Taxus yuninensis.